Sabtu, 04 Juli 2015

Mengapa Orang Munafik Lebih Berbahaya Dari Orang Kafir?


Orang kafir ingkar Tuhan, sedangkan orang munafik percaya adanya Tuhan. Tapi mengapa umat Islam sepakat bahwa orang munafik lebih berbahaya terhadap Islam disbanding orang kafir?

Perlu diketahui bahwa istilah kafir hanya ada dalam Islam, sehingga pengertiannya adalah semua manusia yang menentang syari'at Allah dengan tidak mau masuk Islam. Meskipun dia tidak membenci Islam secara terang-terangan namun jika dia tidak mau masuk Islam, maka secara tidak langsung dia sudah dapat diketahui membenci Islam baik sadar atau tidak.

Sedangkan munafik dikatakan lebih berbahaya karena orang kafir itu jelas pengingkarannya terhadap Islam, sedangkan orang munafik tidak jelas (samar) pengingkarannya. Bukankah bahaya yang terlihat itu (kafir) lebih mudah dihindari daripada bahaya yang tidak terlihat (munafik)? Ia seperti musuh dalam selimut.

Ibarat lubang di tengah jalan. kalau ada lubang di tengah jalan yang kelihatan (= kafir), maka dengan mudah kita bisa menghindarinya. tapi, kalau lubang itu tidak terlihat jelas (= munafik), maka kita akan kesulitan menghindarinya, bahkan bisa terjerumus ke dalamnya.

Selanjutnya penjelasan Ust. Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi (dalam Anda Bertanya Islam Mejawab) Orang kafir akan terang-terangan memusuhi Islam. Mereka tidak lagi sembunyi, dalam melawan ia berhadap-hadapan. Orang munafik, mengaku Islam, tetapi secara diam-diam ia memusuhi. Orang munafik punya dua pedang. Pedang yang satu dipergunakan membela agama, seeking yang satu lagi dipakai untuk menikam umat Islam. Pedang yang pertama pasif, sedang pedang kedua aktif. Dia akan aktif jika punya kesempatan untuk "menggunting dalam lipatan" atau menikam dari belakang.
Allah swt. dalam menghadapi orang beriman cukup member pegangan dua ayat saja. Menanggulangi permasalahan orang kafir dengan dua ayat juga. Tetapi dalam menghadapi orang munafik disediakan tiga belas ayat di surah al-Baqarah.

Lapangan nifak luas sekali. Di bidang politik, agama, pers, pemikir, pegawai, pengusaha, seniman, olahraga dan di manamana tercium bau munafik. Apabila agama dan dakwah digunakan sebagai jembatan untuk memperoleh kedudukan dan mencari harta, di situlah terdapat kemunafikan.

Hendaknya kita berhati-hati dalam memilih teman, karena ciri-ciri orang munafik sudah disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu:
- jika berkata, suka dusta/bohong.
- jika dipercaya, suka khianat.
- jika berjanji, suka ingkar.

Semoga kita semua dijauhkan dari sifat-sifat munafik ini, amiin


Sumber Pustaka:
Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

Anonimzet dalam yahoo answer. Diakses  04 Juli 2015 (online)

2 Silahkan dikomentarin :-):

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com