-->

Bagaimana Hukum Istri Mencemburui Suami?

Bagaimana Hukum Istri Mencemburui Suami?
Bagaimana Hukum Istri Mencemburui Suami?
 
google.com
Menikah dan membina kehidupan rumah tangga dapat menjadi berkah dan rahmat dari Allah. Namun itu akan anda peroleh bila anda dan pasangan mampu menyandarkan semua perkara dalam rumah tangga hanya pada Allah SWT dengan berpedoman pada al-Qur’an dan as-Sunnah. Namun bagaimana bila kehidupan rumah tangga menjadi goyah akibat dari istri yang mencemburui suami?

Rumah tangga dapat menjadi permulaan dari surga maupun neraka di dunia. Menjadi surga apabila pasangan suami istri dapat menciptakan sakinah, mawadah dan rahmah dalam keluarganya. Namun dapat menjadi neraka apabila para pasangan suami istri tersebut tidak dapat menjaga keharmonisan rumah tangga dan mawadah serta rahmah telah Allah cabut dari keluarganya. Terlebih ketika istri mencemburui suami.

Cemburu adalah perasaan yang wajar dan normal dalam diri seseorang, terutama bagi seorang suami atau istri. Rasa cemburu menganggu dan membuat tidak nyaman seseorang yang tengah merasakannya. Terlebih apabila rasa cemburu tersebut tidak diimbangi dengan akal sehat dan hati yang jernih, tentu anda akan dihadapkan dengan cemburu buta. Mencemburui suami merupakan salah satu tanda kecintaan anda terhadap pasangan, namun bagaimanakah hukum Islam memandang cemburu?

Pernah ada dalam suatu riwayat menyebutkan apabila mencemburui suami juga dirasakan oleh Ummul Mukminin, dan sebagai seorang suami Rasulullah tidak melarang ataupun menegurnya. Menurut para ulama, cemburu adalah sesuatu yang tidak harus dipersoalkan, sebab cemburu itu sendiri dapat dikategorikan sebagai akhlak yang terpuji. Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa mencemburui suami tersebut diperbolehkan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim menyebutkan, Rasulullah pernah bertanya kepada Aisyah, apakah ia pernah mencemburui Rasulullah? Aisyah lantas menjawab, “Bagaimana mungkin aku tidak mencemburuinya, sementara Rasulullah adalah figure yang sangat diagung-agungkan lagi dihormati.

Rasa cemburu yang hadir dalam kehidupan rumah tangga dapat dijadikan sebagai bumbu agar rumah tangga kian harmonis, sebab cemburu merupakan salah satu tanda kecintaan terhadap pasangan. Sehingga, mengelola rasa cemburu tersebut agar tidak melampaui batas adalah hal yang harus dan penting untuk diperhatikan, agar rasa cemburu itu tidak menjadi cemburu buta yang justru akan membuat rumah tangga menjadi tidak harmonis, terlebih apabila istri mencemburui suami, sebab perasaan wanita lebih peka dan cemburu telah menjadi bagian dari tabiat wanita. Allahu a’alam bishowab.

Advertisement