-->

Harta di Tangan Orang yang Shalih

Harta di Tangan Orang yang Shalih
Harta di Tangan Orang yang Shalih




Pernahkah anda mendengar mengenai sebaik-baiknya harta, harta di tangan orang shalih. Apa maksud dari sebaik-baiknya harta, harta di tangan orang shalih ini? hal ini merujuk pada sabda Rasulullah shalalallahu ‘alaihi wa sallam  yang memiliki arti “nikmat harta yang baik adalah yang dimiliki laki-laki shalih”

Dalam hal tersebut orang shalih bararti adalah orang yang mau melaksanaakan dan memperhatikan hak-hak dari Allah dan hak-hak yang dimiliki oleh sesama, seperti anak yatim, kaum duafa dan lainya. Dengan harta di tangan orang shalih, pasti akan bersedia memberikan sedikit hartanya untuk orang yang membutuhkan.

Harta yang baik dalah harta yang dimanfaatkan untuk masalah dunia dan akirat.  Jika kita melihat point ini maka orang yang bisa memanfaatkan apa yang mereka miliki untuk masalah dunia dan akhirat tentu jawabanya adalah orang shalih. Tepat, jika sebaik –bainya harta, harta di tangan orang shalih karena orang shalihlah yang mampu mengelola hartanya untuk masalah dunia dan akirat.

Coba anda lihat HR. Bukhari no. 1433 dan muslim no.1029,88 yang memiliki arti “infakan hartamu, jangan engkau hitung-hitunnya (menyimpan dan tidak mau bersedakah). Jika tidak maka Allah akan menghilangkan barokah pada rizki tersebut. Jangan menghalangi anugrah Allah untukmu. Jika tidak maka Allah akan menahan anugrah dan kemudahanya untukmu”

Dari hadist tersebut bisa kita simpulkan bahwa harta yang tidak digunakan seperti apa yang telah Allah perintahkan kepada para hambanya, maka harta tersebut akan hilang nilai kebaikan barokahnya yang dimiliki rizki tersebut. Sebagai orang mukmin tentu kita harus pandai-pandai dalam  mengelola harta, gunakan harta tersebut untuk menyukupi kebutuhan wajib terlebih dahulu mulai dari menafkahi keluarga sampai menunaikan zakat. Setelah itu  kita bisa memanfaatkan untuk hal-hal lainya.

Boleh-boleh saja kita mengumpulkan sebuah harta, namun harta tersebut harus diperoleh dengan jalan yang halal. Nantinya harta di tangan orang shalih yang mereka kumpulkan ini juga digunakan untuk hal-hal yang memang diwajibkan kepada para pemegangnya.

Sebuah hadist yang shahih juga menjelaskan tidak ada larangan orang untuk memiliki harta yang banyak, asalkan orang tersebut bertakwa. Dengan bertakwa seseorang lebih bisa meminimalisir terjadinya dosa-dosa yang bisa timbul akibat harta yang bergelimpangan. Karena hampir semua maksiat membutuhkan uang yang sangat banyak.

Harta di tangan orang shalih ini akan menjadi sebuah energi yang mampu memancarkan masa depan yang baik, menjadi sebuah kekuatan yang mampu menghadirkan kemulian dan keutamaan dunia akhirat, serta bisa menjadi penggerak atas-atas apa yang sudah seharusnya dijalankan atas nama Allah.

Dari hal diatas kita bisa menyimpulkan bahwa kaya harta bukanlah suatu hal yang tercela. Namun sifat yang tercela adalah sifat yang tidak pernah puas dengan apa yang sudah Allah berikan kepada kita. Suatu kebenaran jika memang sebaik-baiknya harta, harta di tangan orang shalih.

Demikianlah ulasan tentang makna sebaik-baiknya harta, harta di tangan orang shalih. Semoga dapat bermanfaar bagi kita semua.


Advertisement