Minggu, 21 Februari 2016

Mengingat Nikmat dengan bersyukur




Didalam kehidupan kita, sering kali kita lebih mudah mengingat apa yang telah menyakiti hati kita dari pada mengingat nikmat dengan bersyukur. Kita terus mengingat-ngingat kejadian yang membuat hati terpelosok dalam jurang dendam, yakinlah hal seperti ini hanya akan memperburuk keadaan. Coba hitung berapa besar nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada kita, mampukah kita menghitungnya, sesungguhnya setiap hal kecil yang membuat kita merasa tenang dan nyaman termasuk kedalam kenikmatan.     

Jika kita benar-benar mau berfikir, sesungguhnya sedetikpun kita bisa mengukurnya, dimulai dari makam, minum, bernafas, tidur, bercanda, berbicara, datang kesekolah atau kampus, pergi bekerja, berjalan, liburan, melihat, mendengar, dan masih banyak lagi kenikmatan yang diberikan Allah untuk kita. Lantas apa yang kita lakukan? Sudahkah kita mengingat nikmat dengan bersyukur? Sesungguhnya tidak ada yang pantas kita cela dari pemberian nikmat Allah yang banyak ini.

Coba bayangkan jika kita tidak bisa bernafas dengan normal, bukankah kita membutuhkan bantuan tabung oksigen untuk bernafas? Berapakah rupiah yang harus kita keluarkan jika demikian? Bisa menghitungkah kalkulator anda jika kenikmatan Allah ini dinyatakan dalam rupiah? Lantas pantaskah kita untuk mencela atas musibah yang diberikan Allah yang hanya sebagian kecil dari kebahagiaan kita ini? sudahkah anda mengingat nikmat dengan bersyukur? Jika sudah, tentu kita akan malu dengan keluhan yang sering kita lakukan.

Percayalah, kita semua tidak bisa menghitung nikmat yang dikaruniakan Allah kepada kita, hal ini sesuai dengan firman Allah yang memiliki arti:

“dan jika kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menghitung jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS. An Nahl: 18)

Setelah kita mengetahui yang sedemikian rupa, lalu apa hal yang pantas atas pemberian nikmat Allah ini? kami yakin, anda semua akan berkata bersyukur atas pemberian Allah ini. jika jawaban kita memang demikian, lantas sudahkah kita masuk kedalam golongan orang-orang yang bisa mensyukuri nikmat tersebut? Mari kita bersama-sama untuk belajar cara bersyukur atas pemberian nikmat Allah yang jumlahnya tidak terhingga ini. salah satunya dengan mengingat nikmat dengan bersyukur
.
Orang yang selalu bisa bersyukur atas pemberian nikmat Allah adalah orang yang dicintai Allah. Seorang dapat dikatakan sebai orang yang besyukur jika:

1.       Segala nikmat yang kita peroleh atau kita dapat, kita hanya percaya bahwa hal tersebut datangnya dari Allah SWT, sesuai dengan firmanya:

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya).” (QS. An Nahl: 53)

2.       Mulutnya selalu keluar kalimat toyyibbah sebagai salah satu bentuk pujian kepada Allah SWT.

Jika seseorang telah bersyukur, maka lisanya selalu mengucap kata tayyibbah, Allah cinta kepada makluk ciptaanya yang selalu bersyukur dan memuji Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman berikut ini.

“Dan terhadap nikmat tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutNya (dengan bersyukur).” (QS Adh Dhuha: 11)

3.       Menggunakan nikmat pemberian Allah untuk beramal shalih.

Orang yang bisa mensyukuri nikmat Allah, akan menggunakanya untuk beramal shalih bukan malah sebaliknya digunakan untuk bermaksiat.   

Dengan demikian, tak henti-hentinya kami untuk mengingatkan kepada sesama untuk mengingat nikmat dengan bersyukur, bukan malah dengan mengkufurinya. Sesunggunya Allah sangat mencintai hamba-hambanya yang mau mengingat nikmat dengan bersyukur yang direalisasikan dengan perbuatan seperti memuji Allah, beramal shalih,dan mengakui nikmat-Nya.

0 Silahkan dikomentarin :-):

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com