Minggu, 28 Februari 2016

Yang Tidak Engkau Sukai Bisa Jadi Lebih Baik




Didalam dunia ini, terkadang kita menjalani sesuatu dengan hati yang tidak ikhlas karena apa yang kita peroleh tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Lantas kita marah dan tidak mau menerima apa yang telah digariskan oleh Allah terhadap kita. Lantas kita sedih, mengira bahwa hal tersebut akan membuat kita gagal mendapatkan apa yang telah kita rencanakan, lantas kita murung dan tidak mau melakukan apa-apa. Bersabarlah, kita tidak tahu apa yang sudah ditetapkan oleh Allah kepada para hamba-hambanya, kadang dibalik kekecewaan tersebut ternyata Allah yang Maha pemurah memberikan kebaikan yang tidak pernah kita duga sebelumnya, yang tidak engkau sukai bisa jadi lebih baik.

Sebaliknya, banyak orang yang menganggap mereka selalu bisa melakukan apa yang mereka inginkan, dan berjuang mati-matian untuk mendapatkanya. Namun ternyata setelah semua itu terlewati, kehampaanlah yang ia dapat. Tidak ada salahnya dalam berusaha, namun kita harus tetap melibatkan Allah dalam semua perkara. Cobalah untuk berdiam, merenungi segala apa yang telah kita perbuat, berfikir apa yang sudah terjadi dan diperoleh, maka kita akan menemukan apa yang telah digariskan Allah kepada kita baik itu berupa cobaan atau hasil ada sesuatu yang benar-benar baik dan kita butuhkan. Kita ingat kembali, yang tidak engkau sukai bisa jadi lebih baik.

Maka, pada saat Allah memberikan sebuah cobaan kepada kita, yakinlah cobaan itu bisa kita lewati, bukankah Allah telah menjamin tidak akan memberikan suatu masalah yang tidak kuat kita pikul, dan disaat seperti ini kita harus selalu berprasangka baik kepada-Nya. Sudah menjadi kewajiban kita untuk percaya apa yang digarikan Allah memang yang terbaik bagi kita, baik untuk hal dunia mapun akhirat. Karena yang tidak engkau sukai bisa jadi lebih baik, hal ini sesuai dengan firmanya QS. Al-Baqarah: 216 yang artinya:

“bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatum, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”

Coba kita lihat kisah Nabi Musa ‘alaihissalam dengan ibunya, ketika beliau dilemparkan oleh ibunya ke sungai, bukankah hal ini menunjukan kalau Ibu Nabi Musa lebih rela anaknya jatuh kesungai dari pada harus jatuh ketangan keluarga firaun?

Lihat juga kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam yang harus dimasukan kedalam sumur dan selanjutnya di keluarkan oleh seorang kafilah dagang. Setelah itu kita akan mendapatkan kebaikan yang sebelumnya tidak pernah terfikirkan oleh manusia, hal inipun sama seperti kita, yang tidak engkau sukai bisa jadi lebih baik.

Ketika kita mendapatkan suatu hasil yang tidak kita sukai, coba yakinkan pada diri kita bahwa “yang tidak engkau sukai bisa jadi lebih baik” ketika kita mendapatkan cobaan yakinkan lagi “yang tidak engkau sukai bisa jadi lebih baik” dan begitu seterusnya. Berpikir baik terhadap ketetapan Allah adalah wajib hukumnya.

0 Silahkan dikomentarin :-):

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com