Minggu, 20 Maret 2016

Hikmah dilarangnya Makan Babi



Hikmah dilarangnya Makan Babi

Pertanyaan:
Apa hikmah dilarangnya memakan daging babi?

Jawab:
Ketika perintah larangan memakan daging babi dilaksanakan, orang-orang belum mengerti apa hikmahnya. Mereka didasari rasa keimanan yang tinggi. Menerima tanpa alasan, mereka menyadari, bahwa pasti ada hikmahnya dari setiap larangan Allah, tanpa boleh dipersoalkan dan dibahas oleh setiap mukmin. Ia harus menerima utuh setiap apa yang diperintahkan Allah.
Sekarang, ilmu kedokteran sudah bisa meneliti, apa hikmah larangan itu. Daging babi mengandung cacing pita yang bernama tinrasolim. Cacing ini bisa menimbulkan gangguan serius. Cacing pita itu akan mengisap darah, dan bisa terkena
penyakit anemia yang gawat. Lambung dan usus mengerut, kurang darah, daya kekuatan menurun tajam, dan lemah.
Keimanan adalah dasar dari setiap hukum yang datangnya dari Allah. Hikmah dari suatu larangan mungkin lebih tinggi dari perintah atau larangan itu sendiri dan biasanya terasa akibatnya sesudah dikerjakan atau dipatuhi.
Hikmah dari perintah atau larangan tidak akan mendahului pelaksanaannya. Sebab, jika lebih dulu dari pelaksanaannya, tentu orang yang melaksanakannya akan patuh kepada hikmahnya. Padahal, seharusnya patuh kepada yang memerintah dan melarang, yaitu Allah swt.
Diketahuinya hikmah dari perintah dan larangan Allah setelah kurun waktu yang lama itu adalah bukti dari dilaksanakannya perintah Allah tanpa diketahui lebih dulu hikmahnya dengan tanpa harus menunggu dulu ilmu kedokteran meneliti bahwa daging babi itu berbahaya.
Soal hikmah dari larangan Allah ini, masih banyak yang belum terungkap oleh ilmu pengetahuan.


Sumber Pustaka:
Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

0 Silahkan dikomentarin :-):

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com