Minggu, 13 Maret 2016

Hukum Bersenggama di Masa Menyusui



Hukum Bersenggama di Masa Menyusui

Perianyaan:
Apakah menggauli istri di masa dia menyusui dilarang agama?

Jawab:
Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. melarang menggauli (menyetubuhi) istri yang sedang dalam masa menyusui. Itu dinamakan yaitu membunuh secara perlahan-lahan. Sebab bila senggama menyebabkan kehamilan, air susu ibu akan rusak sehingga si bayi tidak dapat menyusu lagi, yang tentu saja dapat melemahkan si bayi yang sesungguhnya berhak memperoleh air susu ibu (ASI). Karena itulah Nabi saw. menilainya sebagai perbuatan aniaya.

Sabda beliau,
"Janganlah kamu membunuh anak-anakmu dengan cara diam-diam, sesungguhnya (susu ihu saat dia harnil) bila disusukan seperti orang yang menunggang kudo, lalu menjaluhkan kudanya."

Oleh karena itu, Rasulullah saw. memberi petunjuk kepada umatnya untuk menghindari bersenggama di masa istri sedang menyusui karena dapat berakibat buruk bagi si bayi. Tetapi, larangan ini bukan larangan haram, tetapi hanya petunjuk, ajaran, dan ajakan.

Beliau bersabda,
"Aku berniat melarang al-ghilah', kemudian aku melihat orang-orang Persia dan Romawi melakukannya, tetapi tidak mengganggu anak-anak mereka." Jadi larangan itu tidak mutlak, dimaksudkan hanya untuk mencegah timbulnya bahaya dan gangguan, seperti yang dibuktikan kebenarannya oleh ilmu kedokteran modern.

Hadits ini juga berarti, hendaklah suami menjaga agar jangan sampai si istri yang sedang menyusui itu menjadi hamil, yang menyebabkan air susunya rusak dan si bayi berhenti menyusu. Ilmu kedokteran membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) sangat diperlukan si bayi untuk ketahanan tubuh dan pertumbuhan badan dan kecerdasan otaknya, karena itulah ASI harus diberikan pada bayi, di samping karena komposisinya sangat sempurna.

Bersanggama dengan istri pada masa menyusui tidak dilarang agama, asalkan mampu menjaga agar si istri tidak hamil, misalnya dapat menggunakan cara azl (sanggama terputus) atau pil, jika dipastikan dapat membahayakan kesehatan bayi yang sedang dalam masa menyusu.


Sumber Pustaka:
Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

0 Silahkan dikomentarin :-):

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com