Minggu, 06 Maret 2016

Apakah Mengubur Mayat di Dalam Tanah Merupakan Penghinaan Bagi Manusia?



MENGUBUR MAYAT

Pertanyaan:
Apakah mengubur mayat dalam tanah merupakan penghinaan bagi manusia?

Jawab:
Tidak! Justru mayat dikubur dalam tanah adalah kehormatan bagi manusia. Manusia asalnya dicipta Allah dari tanah. Tanah adalah ibunya. Mayat, bila dikubur di tanah tidak lagi mengeluarkan bau busuk. Berbeda jika disimpan pada tempat lain.
Tidak ada seorang pun akan betah lama tinggal bersama mayat, walaupun itu keluarga, anak, atau suaminya. Tidak ada yang karena alasan sayang, lalu menempatkan mayat di sebelah tempat tidurnya. Orang yang paling sayang, malah menutup dalam tanah, dikembalikan ke tanah untuk dirangkul dan diisap tubuhnya oleh ibunya, yaitu bumi (tanah).
Unsur-unsur dari tubuh mayat dimanfaatkan oleh tanah untuk kepentingan lain. Nanti, pada saatnya, ia akan dibangkitkan kembali dari tempat (tanah) itu. Jadi, wajar kalau manusia berasal dari tanah dikembalikan kepada tanah.
Firman Allah,

"Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan dari padanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain." (Thaahaa: 55)

TAnda orang hidup ialah bergerak. Kalau mati, tentu saja ia tidak bisa gerak, kecuali digerakkan. Jika orang mati didiamkan terus, akan menjadi bangkai, bau busuk, berubah bentuk dan menakutkan. Allah swt. menginginkan agar keburukan mayat ditutupi, supaya tetap terhormat. Ini salah satu arti dari menghormati mayat.
Contoh dalam Qur'an tentang penguburan di tanah dari kisah Qabil membunuh saudaranya Habil.
Firman Allah,

"Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi. Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata, "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak itu, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" (al-Maa'idah: 30-31)


Sumber Pustaka:
Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

0 Silahkan dikomentarin :-):

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com