Sabtu, 26 Maret 2016

Wanita dan Hijab



Wanita dan Hijab
Pertanyaan:
Apakah memakai hijab/kecudung itu wajib hukumnya?

Jawab:
Salah satu masalah zaman kini ialah soal pakaian wanita. Banyak kita lihat wanita berpakaian menampakkan aurat, bahkan setengah telanjang. Akibatnya, tentu saja buruk
Wanita-wanita seperti itu harus dinasihati dengan cara yang bijaksana, halus, dan menyenangkan. Tidak dengan emosi atau fanatisme yang berlebih-lebihan. Yang penting diselamatkan dulu batin, jiwa, dan nafsunya. Ditanamkan rasa iman ke dalam jiwanya. Setelah kuat imannya, dia sendiri akan mencari perlindungan dari godaan setan.
Jadi, ciptakan dulu ketenangan dalam batinnya, setelah itu akan lahir iman dari dalam jiwanya dalam wujud penampilan lahiriahnya.
Keimanan batin harus lebih diprioritaskan dari keimanan lahiriah. Dari situ akan tampak segala yang baik, berupa akhlak, budi pekerti dari tingkah lakunya.
Tuntunan syariat agama bagi kaum wanita akan lebih memelihara ketenteraman rumah tangga serta menjaga ketenangan dan keselamatan masyarakat. Pria dan wanita sama-sama mempunyai nafsu dan daya tarik. Karenanya, berbusana sebagaimana ketentuan seorang muslimah, berkerudung, berjilbab dan menutup bagian tubuh yang bisa menimbulkan rangsangan bagi pria akan dapat mencegah dari pAndangan bebas dan daya tarik laki-laki.
Hasrat dan keinginan wanita untuk memiliki pria tidak bisa dielakkan. Bila wanita melihat pemuda gagah, ganteng, bertubuh indah, hormon wanitanya menggugah dan timbul hasrat serta syahwatnya. Tetapi pendidikan dan jiwa agamanya memaksa menahan nafsunya sehingga menekan dan menahan daya tarik itu. Kalau tidak punya penahan itu, mudah saja hasrat dan keinginan laki-laki akan tertarik bergabung bersama nafsu wanita, kemudian timbul hubungan bebas.
Allah swt. memerintahkan pria dan wanita untuk menahan pAndangannya agar terhindar dari godaan dan rayuan daya tarik (idrak) yang jiwa dibiarkan akan meningkat menjadi hasrat dan keinginan (wijdan) dan akhirnya pula akan menghindarkan dari bahaya untuk memiliki (nuzuu') sesuatu yang terlarang.
Jika bisa menuruti perintah itu dan memiliki iman yang kokoh, cintanya kepada Allah akan sampai ke tingkat yang paling tinggi. Jasad tubuhnya menjadi suci serupa sucinya malaikat yang tidak pernah ternoda oleh kotoran maksiat. Nilai fisik jasmani tidak berarti apa-apa dibanding kesucian rohani. Waktu dan umur akan mengubah bentuk jasmani dan keterampilannya. Tetapi jiwa dan rohani yang suci dan bersih akan tetap segar dan sehat.


Sumber Pustaka:
Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

0 Silahkan dikomentarin :-):

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com