Minggu, 03 April 2016

Ibadah Haji Sebelum Islam



Ibadah Haji Sebelum Islam

Pertanyaan:
Apakah ada ibadah haji sebelum Islam? Kalau ada, apakah seperti yang kita lakukan sekarang ini?

Jawab:
Kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan Ka'bah tercantum dalam Al-Qurvan, Firman Allah kepada Nabi Ibrahim,
"Dan serulah kepada manusia untuh mengerjakan haji, niscaya mereka akan dating kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru Yang jauh." (al-Hajj: 27)

Berpedoman dengan ayat tersebut, jelas bahwa ibadah haji pertama bukan oleh Nabi Ibrahim.
Firman-Nya,

"Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
" (Ali Imran: 96)
Ahlul Kitab (Nasrani-Yahudi) mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berada di Baitul Maqdis (Jerusalem) Karenanya Allah membantah dengan ayat tersebut di atas.
Arti dibangun untuk manusia ialah sudah dibangun sejak adanya manusia pertama yaitu Adam. Ada pendapat bahwa bangunan itu sudah ada sebelum Adam diturunkan ke bumi. Rumah ibadah pertama ada sebelum Nabi Ibrahim. Karenanya penyelenggaraan ibadah haji pertama sebelum seruan Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim a.s. datang ke tempat Ka'bah (Baitul Haram) bersama istri dan putra tunggalnya Ismail yang masih bayi lalu berdoa.
Firman Allah,

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanamtanaman di dekat rumah Engkau (Baitul Haram) yang dihormati. Ya Tuhan kami (dengan demikian itu) agar mereka mendirikan shalat." (Ibrahim: 37)

Nabi Ibrahim dan Ismail hanyalah meninggikan dasar-dasar bangunan Ka'bah, sesuai firman Allah,
"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah beserta Ismail." (al-Baqarah: 127)

Membina dasar-dasarnya berarti dasar itu sudah ada sebelum Ibrahim a.s. mungkin karena sebab tertentu. Yang roboh adalah fisiknya tetapi spiritualnya hidup terus dan dilanjutkan oleh Ibrahim a.s. dengan seruannya itu.
Seruan Ibrahim a.s. agar manusia datang untuk berhaji diteruskan oleh ajaran Rasulullah Muhammad saw. (yang juga keturunan Ibrahim a.s.). Sesuai perintah Allah termaktub dalam Al-Quran surah an-Nahl: 123,

"Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanij, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah."
Inti ibadah haji yang sesuai ajaran Islam antara Ibrahim dan Ismail dengan Muhammad adalah sama sesuai firman-Nya di atas. Pelaksanaan ibadah haji oleh kaum Quraisy yang mengaku sebagai penganut Ibrahim dan Ismail yang hanif adalah menyimpang. Mereka mengubah-ubah dengan menyembah berhala sesuai firman-Nya,

"Sembahyang mereka di sekitar Baitullah (Ka'bah) itu lain tidak hanya siulan dan tepukan tangan. Sebab itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu." (al-Anfaal: 35)



Sumber Pustaka:
Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

0 Silahkan dikomentarin :-):

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com