Sabtu, 02 April 2016

Jin Menentang Al-Qur’an



 Jin Menentang Al-Qur’an

Pertanyaan-.
Manusia menentang Al-Qur’an, itu masuk akal. Bagaimana mungkin jin menentang Al-Qur’aan sedang kita tidak mengetahui bahasa mereka?

Jawab:
Yang menentang Al-Quran bukan hanya sebagian manusia tetapi juga sebagian jin. Bangsa Arab sebelum Islam mengira bahwa tiap ahli syair yang terkenal atau ahli sastra yang fasih pasti mempunyai setan yang mengajarnya.
Mereka mengira bahwa ada lembah yang bernama Abqor atau lembah jenius yang dihuni oleh setan-setan yang member ilham kepada manusia. Istilah Abqor atau jenius yang sampai sekarang kita gunakan berasal dari nama lembah itu.
Firman Allah,

"Dan Al-Qufan itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan. Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al-Qufan itu, dan mereka pun tidak kuasa. Karena mereka sungguh-sungguh dijauhkan dari mendengar Al-Qufan itu (di Lauhul mahfuzh). Karena itujanganlah kamu menyeru (menyembah) Tuhanyang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orangorangyang diazab. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmuyang terdekat. Dan rendahkanlah dirimu terhadap orangorang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. Jika mereka mendurhakaimu, katakanlah, sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apayang kamu kerjakan. Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa Lagi Maha Penyayang. Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat). Dan (melihat pula perubahan gerak badanmu di antara orangorang yang sujud. Sesungguhnya Dia (Allah) adalah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui apakah akan Aku berikan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?
Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak dosa. Mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang pendusta. Dan penyair- penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidaklah kamu melihat sesungguhnya mereka mengembara di tiap-tiap lembah. Dan mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya. Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman dan orangorang yang zalim itu pasti akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali." (asy-Syu'araa': 210-227)

Ayat ini menerangkan bukan hanya manusia yang menentang Al-Qurv an tetapi juga jin. Para setan (jin yang jahat) dijauhkan dari Al-Qurvan dan dijauhkan dari pengertian bahwa Allah itu Esa dan Tunggal.
Al-QurNan tidak diturunkan lewat setan sebab Rasulullah saw. bukanlah seorang penyair. Para penyair yang sudah dikuasai oleh ucapannya akan berbeda dengan perbuatan, dan mereka adalah golongan pendusta


Sumber Pustaka:
Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

0 Silahkan dikomentarin :-):

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com