Minggu, 10 April 2016

Jual-Beli Nyawa



Jual-Beli Nyawa

Pertanyaan:
Apakah arti ayat,

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka...." (at-Taubah: 111)

Jawab:
Yang membeli Allah dan yang dibeli jiwa orang-orang mukmin dengan surga. Tujuan hidup manusia ialah hidup senang bahagia. Betapapun harga surga hendaklah tiap orang mukmin bersegera mencapai dan memperolehnya.

Untuk meraih itu seorang sahabat yang ikut berperang bersama Rasulullah saw. bertanya, "Ya Rasulullah, bukankah jarak antara aku dan surga hanya aku terjun ke kancah peperangan, bertempur, dan kemudian aku terbunuh?"

Rasulullah menjawab, "Ya."

Orang itu sedang mengunyah kurma dan tangannya menggenggam beberapa biji lagi. Merasa terlalu lama hidup hanya sekadar menelan yang dikunyah dan menghabiskan yang di tangan, sahabat itu membuang kurma yang sedang dikunyah dan yang digenggam kemudian terjun ke tengah medan. Dia gugur!

Contoh kedua bagaimana harga yang sangat tinggi yaitu surga telah mengikat hati seorang sahabat yang uzur dan dibebaskan wajib perang karena dia pincang.

Amru Ibnul Jamuh namanya, tetapi berkeras hati ingin ikut berperang. Anak-anaknya mencegahnya, "Ayah, cukup kami saja yang berperang sebagai pengganti ayah." Dia tetap bersikeras hati namun anak-anaknya tetap melarangnya.

Akhirnya dia pergi menemui Rasulullah saw., ” "Ya Rasululah, anak-anakku melarang aku ikut berperang." Rasulullah saw. bersabda, "Allah telah membebaskan kamu dari kewajiban berperang. Tidak ada dosa atas orang yang buta, pincang, dan sakit apabila tidak ikut berperang."

Amru Ibnul Jamuh menjawab, "Demi Allah ya Rasulullah, saya ingin menginjak surga dengan kakiku yang pincang ini." Rasulullah saw. tersenyum dan minta kepada anak-anaknya agar mengizinkan ayah mereka ikut berperang. Kematian tidak bisa dielakkan oleh siapa pun. Mengapa dia tidak memilih mati dengan harga mahal? Mengapa dia tidak mati dengan jual beli yang mahal?

Dalam pAndangan manusia dia mati, tetapi yang sebenarnya dia tetap hidup sampai hari kiamat. Hidup dengan meraperoleh rezeki,

Alangkah tingginya akal pikiran dan pertimbangan mereka. Kehidupan dan kemewahan dunia mereka anggap remeh karena mereka hidup penuh keimanan dan keyakinan.

Apabila seorang mukmin yakin bahwa yang melakukan jual beli adalah Allah dan yakin akan kebenaran janji Allah, sudah sepantasnya tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan. Dia harus yakin pasti akan mati baik ikut berperang ataupun tidak.


Sumber Pustaka:
Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

0 Silahkan dikomentarin :-):

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com