Selasa, 24 Mei 2016

Doa yang Bagaimana yang Diterima ALLAH dan Kapan Saja Waktu Berdoa yang Paling Baik?

Pertanyaan:
Firman Allah,

"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan-Ku perkenankan bagimu." (al-Mu'min: 60)
Doa yang bagaimana yang diterima allah dan kapan saja waktu berdoa yang paling baik?

Jawab:
Rasulullah pernah ditanya seperti itu, beliau menjawab,

"Tengah malam yang dim dan pada akhir tiap shalat fardhu." (HR Imam Ahmad)

Maksudnya pada saat selesai membaca tahiyyat dan sebelum salam.

Sabdanya lagi,

"Doa antara azan dan iqamat tidak ditolak oleh Allah."

Para sahabat bertanya, "Apa bacaan doanya, ya Rasulullah."

Beliau menjawab,

"Mohonlah keselamatan di dunia dan akhirat." (HR at- Tirmidzi).

Sahabat lain bertanya pula, "Dengan ucapan apa kita menutup doa?

Rasulullah menjawab, "Ucapkan aamiin." (HR Abu Dawud)

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan dari hadits Rasulullah saw.,

"Wahai segenap manusia, sesungguhnya Allah baik dan senang kepada segala yang baik, sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang beriman sebagaimana memerintahkan para Rasul", jirman-Nya, "Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh, karena sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Firman-Nya lagi, "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu." Kemudian Rasulullah memberi contoh seseorang berdoa tetapi Allah tidak menerima doanya digambarkan orang itu adalah pengelana dengan rambut kusut tak teratur, berwajah kotor penuh debu, memanjatkan doa sambil mengangkat kedua tangannya.

"Ya Rabbi, ya Rabbi!"

Kata Rasulullah, "Bagaimana Allah akan menerima doanya, apa yang dia makan tidak halal, minumannya haram, pakaiannya haram, diberi makanan dari yang haram." (HR Muslim, Ahmad, dan at-Tirmidzi)

Seorang sahabat, Sa'ad bin Abi Waqqash, meminta Rasulullah, "Ya Rasulullah, mohonkan kepada Allah agar doaku dapat dikabulkan-Nya."

Rasulullah menjawab, "Hai Sa'ad, doamu akan terkabul apabila apa yang engkau makan didapat dari yang baik (halal). Demi (Allah) yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sesungguhnya seseorang yang memasukkan makanan haram ke perutnya, Allah tidak akan menerima amal kebaikannya selam empat puluh hari.

Seorang yang dagingnya tumbuh dari yang haram dan dari riba, lebih patut dagingnya menjadi umpan api neraka." (HR al- Hafidh bin Mardawih).



Sumber Pustaka:

Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

0 Silahkan dikomentarin :-):

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com