Kamis, 26 Mei 2016

Pengaruh Iri dan Dengki Pada Diri Kita

Pertanyaan:
Sifat iri dan dengki ada pada manusia, sebagaimana Allah terangkan dalam Al-Qurvan. Dalam kaitan ini ada yang berpendapat bahwa sifat seperti itu tidak berpengaruh pada tingkah laku dan perangai seseorang. Apakah itu benar?

Jawab:

Segala persoalan timbul bukan karena adanya suatu benda. Tetapi pengaruh yang ditimbulkan oleh perbuatan benda itu.

Sifat dengki memang ada pada setiap manusia, sifat ini akan tidak menjadi masalah, kecuali bila digunakan terhadap suatu sasaran. Sebagaimana firman-Nya,

"Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki." (al-Falaq: 5)

Bahaya akan datang bila dengki itu dijadikan dalam suatu perbuatan. Jika perasaan dengki itu ditenggelamkan, tidak akan menimbulkan kerugian pada orang lain. Manusia, ada yang bisa menghilangkan perasaan dengkinya, ada pula yang tidak. Terkadang, jika melihat orang lain mendapat kenikmatan, timbul rasa dengkinya. Apabila seseorang dapat menerima dengan perasaan ridha dan tidak iri hati, akan dapat tertutup dari pintu kejahatan. Apabila melihat orang lain mendapat kenikmatan, sebaiknya berucap, "Masya Allah, laa quwata ilia billah." Ucapan itu dapat mematikan perasaan iri hati dan dengki.

Perwujudan dari rasa iri atau dengki bermacam-macam. Bisa dengan menzalimi, bisa dengan menganiaya, bisa dengan membunuh. Bisa juga sifat itu diwujudkan dengan lewat kekuatan mata. Sebagaimana sabda Rasulullah,

"Apabila ada suatu yang bisa mendahului takdir, itu adalah pengaruh mata."

Artinya yakni pandangan mata tajam dari orang yang iri dan dengki.



Sumber Pustaka:

Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

0 Silahkan dikomentarin :-):

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com