Rabu, 02 September 2015

Cara Supaya Kerja Tidak Sia-Sia


Dalam agama Islam, seorang Muslim haruslah bekerja. Islam tidak menyuruh kita untuk bermalas-malasan. Akan tetapi sebaliknya, islam menganjurkan dan menyuruh ummatnya untuk bekerja keras dan bersungguh-sungguh. Kita perlu keberkahan atas setiap apa yang kita usahakan agar diridhoi oleh Allah swt. Yaitu mendapat barakah dari Allah, sehingga bisa mencukupi kebutuhan, dan bermanfaat untuk dunia dan akhirat kita kelak.
Nah agar kita mendapatkan keberkahan tersebut berikut hal-hal yang harus kita lakukan:
1. Tauhid yang benar dan kuat kepada Allah swt. Karena Ia adalah tempat kita bergantung atas segala sesuatu. Semua aktivitas kita ditentukan oleh tauhid kita karena dengan tauhid akan memancarkan sikap kejujuran dan dapat mencapai tujuan hidup yang diinginkan yaitu mendapatkan Ridha-Nya.

2. Cara Berpikir. Selain di atas kita juga butuh kualitas berpikir yang baik, karena dengan demikian  seseorang akan mudah mendapatkan informasi, mengetahui cara mengelola, memproduksi, dan bagaimana cara mencapai hasil dari informasi tersebut secara baik dan akurat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka Allah swt  akan memberi jalan keluar untuknya dan akan memberinya kecukupan.
3. Hati nurani. Dengan ini, seseorang akan menanamkan nilai moral religious dan akan bekerja secara objektif, karena hatinya akan menuntunnya untuk bekerja dengan baik secara mutlak dan dengan tanpa syarat.

4. Jangan Putus Ada dari Rahmat Allah swt
Sesungguhnya masing-masing dari mahluknya telah ditentukan rezekinya oleh Allah. Jangankan kita manusia, rezeki seluruh binatang melata di muka bumi ini pun sudah diatur oleh Allah. Karena itu, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, yang Maha Luas karunia-Nya.
5. Punya keterampilan, yaitu kemampuan dalam melaksanakan aktivitas maupun tugas-tugas tertentu. Harus bekerja sesuai dengan aturan, tidak melanggar prinsip-prinsip yang sudah ada dan harus bekerja dengan penyelesaian yang baik.
6. Menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat. Rasulullah saw bersabda : “Yang hala itu jelas dan haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara syubhat, barang siapa memelihara diri dari syubhat, maka ia telah menjaga kehormatan dirinya. Tapi, barang siapa terjerumus pada perkara syubhat, maka ia terjerumus pada perbuatan haram.


0 Silahkan dikomentarin :-):

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com