Kamis, 31 Maret 2016

Apakah Mukjizat Para Nabi Merupakan Suatu Tantangan?



Apakah Mukjizat Para Nabi Merupakan Suatu Tantangan?

Pertanyaan:
Apakah mukjizat para nabi merupakan suatu tantangan terhadap para pembangkang?

Jawab:
Mukjizat adalah suatu kejadian di luar ketentuan hukum yang berlaku atau hukum alam. Allah swt. memberikan mukjizat kepada para Nabi dan Rasul untuk membuktikan kebenaran ajaran-Nya agar mereka (Nabi dan Rasul) lebih kokoh dan mantap dalam menjalankan dakwah. Dengan mukjizat itu, Allah meyakinkan manusia bahwa mereka adalah utusan-Nya yang mendapat dukungan dan pembelaan dari langit.

Dukungan dan pembelaan dari langit mampu melumpuhkan kemampuan hukum manusia yang berlaku sehingga mereka tidak dapat menentangnya.

Jika datang seseorang yang mengaku sebagai utusan Allah dengan membawa risalah dan ajaran-Nya, apakah kaumnya langsung akan memercayainya? Tentu tidak. Kaumnya akan minta bukti kebenaran pengakuannya. Karena itulah setiap Rasul mempunyai mukjizat yang dapat membantunya dalam menyampaikan risalah, dan setiap mereka mempunyai mukjizat yang berbeda-beda yang sesuai dengan keadaan zamannya.

Pertama, sebagai tantangan terhadap kemampuan kaum yang didatangi para Rasul. Jika kaum yang dihadapi memiliki kemampuan puncak, mukjizat Allah pun akan melebihi dan mengunggulinya. Misalnya untuk menghadapi seorang dokter harus tampil menjadi dokter yang lebih pAndai. Untuk menghadapi seorang juara angkat besi, harus tampil 'lebih tinggi kelasnya dan kekuatannya.

Ada pula mukjizat yang temporer yang tidak akan dapat diresapi dan dihayati orang lain, seperti mukjizat Nabi Ibrahim a.s. ketika api tidak mampu membakar tubuhnya, bahkan menjadi penyelamat dan pendingin bagi beliau.

Begitu pula mukjizat Nabi Musa a.s. ketika tongkatnya berubah menjadi ular ganas yang menelan habis seluruh ular ahli sihir para pendukung Fir'aun.

Adapun Nabi Isa a.s. datang di teUgah kaumnya yang mahir dalam urusan pengobatan. Oleh karena itu, apa yang dilakukannya mengungguli ilmu pengetahuan mereka dengan menyembuhkan (bukan sekadar mengobati) orang yang menderita buta sejak lahir dan penderita penyakit sopak. Tidak hanya itu, beliau juga mampu membuat seekor burung dari tanah, kemudian ditiupnya dan menjadi seekor burung yang hidup. Beliau dapat juga mengeluarkan orang mati dari kuburannya. Lalu hidup kembali, dan dapat mengabarkan kepada kaumnya apa yang mereka makan dan apa yang mereka simpan di rumah masing-masing.

Semua itu tentu saja dengan izin Allah, sebagai jawaban atas tantangan kaumnya yang selalu membangkang.

Adapun Nabi Muhammad saw. datang di tengah kaum yang telah mencapai puncak kefasihan berbahasa dan memiliki ilmu sastra yang tinggi. Jadi beliau membawa mukjizat yang sesuai pula dengan jenis ilmu pengetahuan yang dimiliki kaumnya, yaitu dengan membawa Al-Qurvan yang bahasa sastranya sungguh sempurna dan mampu mencengangkan dan membungkam mereka. Karena itulah mereka menuduh Nabi sebagai tukang sihir dan lain sebagainya. Mukjizat Al-Qur’an ntidak hanya dari segi bahasa sastranya saja, tetapi tantangan dan juga jawaban terhadap manusia dan jin sampai hari kiamat dengan terjadinya pembaharuan (tajdid) pada tiap abad.

Mukjizat dapat berupa penyimpangan dari hukum alam yang berlaku, dibarengi dengan tantangan (atau tanpa tantangan) yang tidak dapat dibantah. Artinya Allah tidak menantang manusia untuk mengadakan yang serupa. Mukjizat yang seperti ini datang untuk membenarkan kejadian takdir dalam alam semesta sehingga manusia tidak selamanya tunduk kepada hukum sebab akibat (kausal).

Seorang mukmin harus menyerahkan kepada takdir Allah segala apa yang tidak dapat diakibatkan oleh suatu sebab, karena Allah mampu melakukan segala sesuatu tanpa ikatan dan batasan.

Mukjizat yang menyimpang dari kebiasaan dan hukum alam tetapi tidak merupakan tantangan ialah seperti kelahiran Nabi Isa a.s. yang tanpa ayah. Peristiwa itu menimbulkan kegoncangan dalam masyarakat, tetapi itulah kehendak Allah swt, seperti pula Dia yang telah menciptakan Adam tanpa bapak dan ibu. Menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam dan menciptakan manusia dari ibu-bapak.

Begitu pula istri Imran yang melahirkan Maryam dalam usia lanjut, dan Sarah istri Ibrahim yang melahirkan Ishak setelah berusia sembilan puluh tahun.

Juga mukjizat Nabi Musa a.s. yang dapat membelah lautan dengan memukulkan tongkatnya ke laut (atas perintah Allah), untuk menyelamatkan Bani Israil dari pengejaran pasukan Fir'aun dan untuk membuktikan kemampuan dan kehendak Allah swt. agar manusia lebih beriman kepada-Nya.

Demikian pula peristiwa Isra' dan Mikraj Nabi Muhammad saw. yang bukan merupakan tantangan atau jawaban terhadap tantangan.

Adapun satu-satunya dan sepenuhnya yang merupakan tantangan dan jawaban terhadap tantangan bagi umat manusia sampai hari kiamat hanyalah mukjizat Al-Qur'an.



Sumber Pustaka:
Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

0 Silahkan dikomentarin :-):

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com