Minggu, 20 Maret 2016

Asuransi Jiwa



Asuransi Jiwa

Pertanyaan:
Apakah asuransi jiwa dibolehkan dalam Islam?

Jawab:
Asuransi jiwa merupakan bukti kelemahan rasa iman. Bila terjadi musibah, dia akan berkata, "Ada cadangan uang yang akan datang." Dia tidak berucap, "Ya Allah lindungi dan selamatkan aku." Musibah yang menimpa harta juga begitu. Mungkin Allah membersihkan pemiliknya dari perolehan harta yang tidak benar.
Banyak orang wafat dengan kondisi ekonomi yang miskin. la meninggalkan anak yatim. Tetapi, setelah anak-anak itu dewasa, menjadi sukses dalam masyarakat. Apabila Islam diamalkan secara menyeluruh, praktik asuransi tidak diperlukan. Firman- Nya,
"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seAndainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah. Dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar." (an- Nisaa': 9)
Ketika Muqatil bin Salman menghadap Khalifah al-Mansur untuk menyampaikan dukungannya (baiat), al-Mansur meminta petunjuk dan nasihatnya. Muqatil berkata, "Apakah nasihat berdasar yang aku lihat atau yang pernah aku dengar?
Al-Mansur menjawab, "Berdasarkan yang pernah engkau lihat."
Muqatil berkata, "Ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz wafat, beliau meninggalkan sebelas orang anak. Harta peninggalannya hanya delapan belas dinar. Untuk biaya kain kafan lima dinar. Untuk membeli tanah kuburan empat dinar, sisanya yang sembilan dinar dibagi kepada anak-anaknya. Kita bandingkan dengan Amirul Mukminin Hisyam bin Abdul Malik. Ketika beliau wafat, mewariskan harta kepada empat istrinya, masing-masing uang tunai sebesar delapan puluh ribu dinar, tanah, gedung, dan perhiasan.
Demi Allah ya Amirul Mukminin. Pada suatu hari, aku raelihat salah seorang dari putra Khalifah Umar bin Abdul Azis menyerahkan sumbangan kuda seratus ekor untuk dipakai perang fi sabilillah. Sedang aku pernah juga melihat salah seorang putra Hisyam bin Abdul Malik menjadi pengemis jalanan."


Sumber Pustaka:
Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

0 Silahkan dikomentarin :-):

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com