Rabu, 24 Februari 2016

Kesabaran dan Doa Abu Nawas Untuk Memperoleh Jodoh

Secanggih apapun kecerdasan Abu Nawas label manusia biasa tidak bisa lepas dari dirinya. Pada saat masih bujang, layaknya pemuda lain, dia juga berkeinginan untuk segera memperoleh jodoh, menikah dan membina keluarga bahagia. Suatu saat Abu Nawas yang terkenal kocak ini begitu tergila-gila kepada seorang perempuan yang cantik rupawan, ahli ibadah dan cerdas. Sehingga, Abu Nawas yang terkenal akan kecerdasan ilmu mantiqnya ini memiliki keinginan untuk menjadikannya istri.

 Berbekal keinginan yang kuat dan cinta yang membara, Abu Nawaspun khusyuk memanjat doa kepada Allah. Doa Abu Nawas tersebut adalah “Ya Allah, kalau memang gadis tersebut baik bagi saya, maka dekatkan kepada saya. Tetapi kalau  memang menurutmu dia bukan yang terbaik untuk saya, tolonglah ya Allah, sekali lagi tolong pertimbangkan lagi ya Allah,” doa Abu Nawas tersebut dipanjatkan sembari mengucapkan nama gadis yang dimaksud dan begitu memberikan kesan memaksa kehendak Illahi.

Doa Abu Nawas tersebut dilaksanakan seusai sholat fardhu lima waktu. Namun berbulan lamanya dia menunggu doanya belum juga dikabulkan. Hingga tidak kurang dari 3 bulan lamanya Abu Nawaspun menyadari bahwa ternyata Allah tidak mengabulkan doanya. Diapun bermuhasabah diri dan berfikir bahwa mungkin  tidak terkabulnya doa yang dipanjatkannya karena terlampau pasrah atas pilihan jodohnya.

Kini Abu Nawaspun mengubah strategi doanya tanpa menyebut nama sang pujaan hati dan tanpa memaksa seperti sebelumnya. Doa Abu Nawas adalah “Ya Allah karuniakan istri yang paling baik bagiku” hingga berbulan lamanya ia memanjat kepda Allah namun tidak juga membuatnya dekat dengan sang tambatan hati. Lebih tidak beruntungnya lagi, Allah tidak juga mempertemukan dengan perempuan yang ingin diperistri. Ketakutan menjadi bujang lapukpun membuatnya khawatir dan memutar otak agar doanya cepat terkabul.

Abu Nawaspun kini lebih diplomatis dalam berdoa, Doa Abu Nawas diubah menjadi “Ya Allah, kini saya tidak memohon untuk diri saya lagi, saya hanya memohon perempuan untuk menjadi menantu ibu saya yang sudah tua dan sangat saya cintai Ya Allah. Sekali lagi bukan untuk saya Ya Tuhan. Maka karuniakan dia menantu’’. Akhirnya Allahpun mengabulkan doa Abu Nawas dengan menjadikan perempuan yang sholihah dan cantik sebagai istri Abu Nawas. Dia begitu bersyukur atas karunia-Nya tersebut.


0 Silahkan dikomentarin :-):

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com